اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Nabi Yahya AS Dan Nabi Zakaria AS

on 5 November 2012

Zakaria, ayahnya Nabi Yahya sadar dan mengetahui bahwa anggota-anggota keluarganya, saudara-saudaranya, sepupu-sepupunya dan anak-anak saudaranya adalah orang-orang jahat Bani Israil yang tidak segan-segan melanggar hukum-hukum agama dan berbuat maksiat, karena iman dan rasa keagamaan mereka belum meresap benar dalam hati mereka, sehingga dengan mudah mereka tergoda dan terjerumus ke dalam lembah kemungkaran dan kemaksiatan. Ia khawatir bila ajalnya tiba dan meninggalkan mereka tanpa seorang waris yang dapat melanjutkan pimpinannya atas kaumnya, bahwa mereka akan makin rusak dan makin berani melakukan kejahatan dan kemaksiatan bahkan ada kemungkinan mereka mengadakan perubahan-perubahan di dalam kitab suci Taurat dan menyalah-gunakan hukum-hukum agama.

Kekhawatiran itu selalu mengganggu pikiran Zakaria disamping rasa sedih hatinya bahwa ia sejak menikah sampai mencapai usia sembilan puluh tahun, Tuhan belum mengurniakannya dengan seorang anak yang ia idam-idamkan untuk menjadi penggantinya memimpin dan mengimami Bani Isra’il. Ia agak terhibur dari rasa sedih dan kekhawatirannya saat ia bertugas memelihara dan mengawasi Maryam yang dapat dianggap sebagai anak kandung sendiri. Akan tetapi rasa sedihnya dan keinginanya yang kuat untuk memperolhi keturunan tergugah kembali ketika ia menyaksikan mukjizat hidangan makanan dimihrabnya Maryam. Ia berpikir dalam hatinya bahwa tidak sesuatu yang mustahil di dalam kekuasaan Allah. Allah yang telah memberi rezeki kepada Maryam dalam keadaan seorang diri tidak berdaya dan berusaha, Dia pula berkuasa memberinya keturunan bila dikehendaki walaupun usianya sudah lanjut dan rambutnya sudah penuh uban.

Pada suatu malam yang sudah larut duduklah Zakaria di mihramnya menghiningkan cipta memusatkan pikiran kepada kebesaran Allah seraya bermunajat dan berdoa dengan khusyuk dan keyakinan yang bulat. Dengan suara yang lemah lembut berucaplah ia dalam doanya: “Ya Tuhanku berilah aku seorang putra yang akan mewarisiku dan mewarisi sebagian dari keluarga Ya’qub, yang akan meneruskan pimpinan dan tuntunanku kepada Bani Isra’il. Aku khawatir bahwa sepeninggalku nanti anggota-anggota keluargaku akan rusak kembali aqidah dan imannya bila aku tinggalkan mati tanpa seorang pemimpin yang akan menggantikan aku. Ya Tuhanku, tulangku telah menjadi lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban sedang istriku adalah seorang perempuan yang mandul namun kekuasaan-Mu adalah diatas segala kekuasaan dan aku tidak jemu-jemunya berdoa kepadamu memohon rahmat-Mu mengurniai kau seorang putra yang saleh yang engkau ridhai. ”

Allah berfirman memperkenankan permintaanmu Zakaria: “Hai Zakaria Kami kabar gembira kepadamu, kamu akan memperoleh seorang putera bernama Yahya yang saleh yang membenarkan kitab-kitab Allah menjadi pemimpin yang diikuti bertahan diri dari hawa nafsu dan godaan setan dan akan menjadi seorang nabi.”
Berkata Zakaria: “Ya Tuhanku bagaimana aku akan memperoleh anak sedangkan isteri adalah seorang perempuan yang mandul dan aku sendiri sudah lanjut usianya.”

Allah menjawab dengan firman-Nya: “Demikian itu adalah suatu hal yang mudah untuk-Ku. Tidakkah aku telah ciptakan engkau padahal engkau di waktu itu belum ada sama sekali? ”
Berkata Zakaria: “Ya Tuhanku, berilah aku akan suatu tanda bahwa isteri aku telah mengandung.” Allah berfirman: “Tandanya bagimu bahwa engkau tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari berturut-turut kecuali dengan sinyal. Dan sebutlah nama-Ku sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah diwaktu sore dan pagi hari. ”

Nabi Yahya bin Zakaria as tidak banyak dikisahkan oleh Al-Quran kecuali bahwa ia diberi ilmu dan hikmah selagi ia masih anak-anak dan bahwa ia seorang putra yang berbakti kepada kedua ora ng tuanya dan bukanlah orang yang sombong durhaka. Ia terkenal cerdik pandai, berpikiran tajam sejak ia berusia muda, sangat tekun beribadah yang dilakukan siang dan malam sehingga berpengaruh kepada kesehatan badannya dan menjadikannya kurus kering, wajahnya pucat dan matanya cekung.

Ia dikenal oleh kaumnya sebagai orang alim menguasai soal-soal keagamaan, hafal kitab Taurat, sehingga ia menjadi tempat bertanya tentang hukum-hukum agama. Ia memiliki keberanian dalam mengambil keputusan, tidak takut dicerca orang dan tidak pula mengabaikan ancaman pihak penguasa dalam usahanya menegakkan kebenaran dan melawan kebathilan.
Ia selalu menganjurkan orang-orang yang telah berdosa agar bertobat dari dosanya. Dan sebagai tanda taubatnya mereka dipermandikan {dibaptis} di sungai Yordania, kebiasaan mana hingga kini terjadi di kalangan orang-orang Kristen dan karena Nabi Yahya adalah orang pertama yang mengadakan upacara itu, maka ia dijuluki “Yohanes Pembaptis”.

Dikisahkan bahwa Hirodus Penguasa Palestina pada waktu itu mencintai keponakannya sendiri bernama Hirodia, seorang gadis yang cantik, ayu, bertubuh lampai dan ramping dan berhasrat ingin menikahinya. Sang gadis beserta ibunya dan seluruh anggota keluarga menyentujui rencan pernikahan itu, namun Nabi Yahya menentangnya dan mengeluarkan fakwa bahwa pernikahan itu tidak bisa dilaksanakan karena bertentangan dengan syariat Musa yang melarang seorang menikahi keponakannya sendiri.

Berita rencana pernikahan Hirodus dan Hirodia serta fatwa Nabi Yahya yang melarangnya tersiar di seluruh pelosok kota dan menjadi pembicaraan orang di segala tempat di mana orang berkumpul. Herodia si gadis cantik calon istri itu merasa sedih bercampur marah terhadap Nabi Yahya yang telah mengeluarkan fatwa melarang pernikahan dengan pamannya sendiri, fatwa mana telah membawa reaksi dan pendapat dikalangan masyarakat luas. Ia khawatir bahwa pamannya Herodus calon suami dapat terpengaruh oleh fatwa Nabi Yahya itu dan terpaksa membatalkan pernikahan yang sudah dinanti-nanti dan diidam-idamkan, bahkan bahkan sudah menyiapkan segala sesuatu berupa pakaian maupun peralatan yang perlu untuk pesta pernikahan yang telah disepakati itu.

Menghadapi fatwa Nabi Yahya dan reaksi masyarakat itu, Herodia tidak tinggal diam. Ia berusaha dengan bersenjatakan kecantikkan dan parasnya yang ayu itu mempengaruhi pamannya calon suaminya agar rencana pernikahan dilaksanakan menurut rencana. Dengan merias diri dan berpakaian yang merangsang, ia pergi mengunjungi pamannya Herodus yang sedang dilanda mabuk asmara. Bertanya Herodus kepada keponakannya calon istrinya yang nampak lebih cantik dari biasa: “Hai manisku, apakah yang dapat aku berbuat untukmu. Katakanlah aku akan patuhi segala permintaanmu, kedatanganmu kemari pada saat ini tentu didorong oleh suatu keperluan yang mendesak yang ingin engkau sampaikan kepadaku. Sampaikanlah kepadaku tanpa ragu-ragu, hai sayangku, aku siap melayani segala kebutuhan dan keinginanmu. ”

Herodia menjawab: “Bila Tuan Raja berkenan, maka aku hanya memiliki satu permintaan yang mendorongku datang mengunjungi Tuanku pada saat ini. Permintaanku yang tunggal itu adalah kepala Yahya bin Zakaria orang yang telah mengacau rencana kita dan mencemarkan nama baik Tuan Raja dan namaku sekeluarga di segala tempat dan penjuru. Supaya dia dipenggal kepalanya. Alangkah puasnya hatiku dan besarnya terima kasihku, bila Tuanku berkenan menyetujui permintaanku ini “.
Herodus yang sudah tergila-gila dan tertawan hatinya oleh kecantikan dan keelokan Herodia tidak berkulik menghadapi permintaan calon istrinya itu dan tidak dapat berbuat selain tunduk kepada kehendaknya dengan mengabaikan suara hati nuraninya dan panggilan akal sehatnya. Demikianlah maka tidak berapa lama dibawalah kepala Yahya bin Zakaria berlumuran darah dan diletakkannya di depan kesayangannya Herodia yang tersenyum tanda gembira dan puas bahwa keinginannya membalas dendam terhadap Yohanes telah terpenuhi dan rintangan utama yang akan menghalangi rencana perkahwinannta telah tersingkirkan, meskipun perbuatannya itu menurunkan laknat Tuhan pada dirinya, diri rajanya dan Bani Isra’il seluruhnya.

Cerita tentang Zakaria dan Yohanes terurai di atas dikisahkan oleh Al-Quran, surat Maryam ayat 2 sampai ayat 15, surah Ali Imran ayat 38 senhingga ayat 41 dan surat Al-Anbiya ‘ayat 89 hingga ayat 90.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: